Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode arus biaya persediaan, Nilai Persediaan dan gross profit margin sebagai variable independen yang mempengaruhui market value sebagai variable dependen. Penelitian ini
menggunakan laporan keuangan tahunan (Annual Report) dan ICMD (Indonesia Capital Market Directory) tahun 2007. Penelitian ini menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Analisis ini untuk mengetahui hubungan anatara variable bebas dengan variable tidak bebas. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variable bebas Hasil analisis menujukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat siknifikan anara nilai persediaan terhadap market value perusahaan. Sedangkan pada metode arus biaya persediaan dan gross profit margin tidak berpengaruh terhadap market value. Hal ini ditunjukkan dari uji t yang menghasilkan p-value dari masing-masing variable metode arus biaya persediaan 0.312,, nilai persediaan 0.000 dan gross profit margin sebesar0.638. Hasil penelitian secara parsial diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara metode Arus Biaya persediaan dan gross profit margin terhadap Market Value tapi signifikan terhadap Nilai persediaan. Berdasarkan uji F diperoleh bahwa secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan antar seluruh variable independen (metode arus biaya persediaan, nilai persediaan, gross profit margin) terhadap market value.
Kata kunci: nilai pasar, persediaan arus metode biaya, nilai persediaan dan marjin laba kotor
download
Home » All posts
Penentuan Jenis Komoditi Ekspor Indonesia Ke Cina : Pemanfaatan Hubungan Perdagangan Indonesia - Cina
Jurnal Ilmu Ekonomi
ABSTRAK
Perubahan Kebijakan politik luar negeri Republik Rakyat China dari sistem politik tirai bambu ke sistem politik yang lebih terbuka telah terbukti mendukung suksesnya negeri yang berpenduduk terbesar di dunia ini dalam memasuki pasar dunia. Perubahan dimaksud juga berdampak terhadap hubungan diplomatiknya dengan Indonesia. Bagaimana perubahan kebijakan politik tersebut mempengaruhi hubungan perdanganan antara China dan Indonesia dan bagaimana pihak Indonesia dapat memanfaatkan hubungan tersebut dalam menentukan komoditas ekspor ke China, dibahas dalam makalah ini. Dari bahasan tersebut diperoleh informasi bahwa komoditas ekspor yang cukup potensial untuk direalisasikan meliputi minyak goring (cooking oil); kayu dan olahannya (woods and woods products), alat elektronik (electrical appliances), dan rempah (spices). Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa komoditas-komoditas tersebut bisa diproduksi oleh negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Ini berarti bahwa dalam merealisasikan ekspor komoditas-komoditas di atas, Indonesia harus siap bersaing dengan negara-negara tersebut.
Kata kunci: RRC, potensial, kebijakan, politik luar negeri, pasar dunia.
PENDAHULUAN
China dikenal sebagai sebuah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Menurut data terakhir penduduk nya adalah 1.360.429.000 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata minimal 9.53%. Daerah-daerah Hachen, Guitho,Qunghai, Hujiang dan Nugxia termasuk daerah yang cukup padat pertumbuhan penduduknya (di atas 12%). Sementara daerah Jianpu, Hunan, Guangdong, Sidivan termasuk daerah yang relatif banyak penduduknya, yakni di atas 70 juta jiwa (Dinas Kependudukan China).
Hal ini terus bergulir hingga merambah Asia tenggara, “tanpa kehadiran jaringan bisnis China yang sangat kuat ini, kawas-an Asia, khususnya Asia Tenggara tidak akan semaju sekarang
Download
ABSTRAK
Perubahan Kebijakan politik luar negeri Republik Rakyat China dari sistem politik tirai bambu ke sistem politik yang lebih terbuka telah terbukti mendukung suksesnya negeri yang berpenduduk terbesar di dunia ini dalam memasuki pasar dunia. Perubahan dimaksud juga berdampak terhadap hubungan diplomatiknya dengan Indonesia. Bagaimana perubahan kebijakan politik tersebut mempengaruhi hubungan perdanganan antara China dan Indonesia dan bagaimana pihak Indonesia dapat memanfaatkan hubungan tersebut dalam menentukan komoditas ekspor ke China, dibahas dalam makalah ini. Dari bahasan tersebut diperoleh informasi bahwa komoditas ekspor yang cukup potensial untuk direalisasikan meliputi minyak goring (cooking oil); kayu dan olahannya (woods and woods products), alat elektronik (electrical appliances), dan rempah (spices). Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa komoditas-komoditas tersebut bisa diproduksi oleh negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Ini berarti bahwa dalam merealisasikan ekspor komoditas-komoditas di atas, Indonesia harus siap bersaing dengan negara-negara tersebut.
Kata kunci: RRC, potensial, kebijakan, politik luar negeri, pasar dunia.
PENDAHULUAN
China dikenal sebagai sebuah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Menurut data terakhir penduduk nya adalah 1.360.429.000 jiwa, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata minimal 9.53%. Daerah-daerah Hachen, Guitho,Qunghai, Hujiang dan Nugxia termasuk daerah yang cukup padat pertumbuhan penduduknya (di atas 12%). Sementara daerah Jianpu, Hunan, Guangdong, Sidivan termasuk daerah yang relatif banyak penduduknya, yakni di atas 70 juta jiwa (Dinas Kependudukan China).
Hal ini terus bergulir hingga merambah Asia tenggara, “tanpa kehadiran jaringan bisnis China yang sangat kuat ini, kawas-an Asia, khususnya Asia Tenggara tidak akan semaju sekarang
Download
Home » All posts
DAMPAK INVESTASI SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI INDONESIA: PENDEKATAN MODEl COMPUTABLE GENERAL EQUILIBRIUM
ABSTRACT
The research objectives are to analyze impact of human capital investment on economicgrowth and poverty incidence in Indonesia. Analysis is using a combination of ComputableGeneral Equilibrium (CGE) Model and Foster–Greer-Thorbecke method. The human capitalinvestment is represented by government expenditure for education and health. Thesimulation results show that human capital investment is able to increase economic growthand household income. Head count index, poverty gap index and poverty severity index alsodecrease except for non-labor household group in the urban area. Human capital investmentfor education gives more benefit to household in rural area than those in urban area, especiallyfor farm-laborer and agriculture entrepreneur household groups in the rural area, whileinvestment for health gives more benefit to non-agricultural high income household group in urban area.
Key words: Computable General Equilibrium model, Foster-Greer-Thorbecke, Human Capital Investment, Economic Growth, Poverty
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak investasi sumberdaya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan in Indonesia. Analisis menggunakan kombinasi model Komputasi Keseimbangan umum dan metode Foster-Greer-Thorbecke. Investasi sumberdaya manusia diwakili oleh pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa investasi sumberdaya manusia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan rumahtangga. Indeks rasio kemiskinan, indeks kesenjangan dan indeks intensitas kemiskinan juga menurun, kecuali untuk rumahtangga bukan angkatan kerja di kota. Investasi sumberdaya manusia untuk pendidikan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga perdesaan dibandingkan dengan rumahtangga perkotaan, terutama untuk rumahtangga buruh pertanian dan pengusaha pertanian di perdesaan, sedangkan investasi kesehatan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga bukan pertanian golongan atas di kota.
Kata Kunci: Model Komputasi Keseimbangan Umum, Foster-Greer-Thorbecke, Investasi Sumberdaya Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan.
Download
The research objectives are to analyze impact of human capital investment on economicgrowth and poverty incidence in Indonesia. Analysis is using a combination of ComputableGeneral Equilibrium (CGE) Model and Foster–Greer-Thorbecke method. The human capitalinvestment is represented by government expenditure for education and health. Thesimulation results show that human capital investment is able to increase economic growthand household income. Head count index, poverty gap index and poverty severity index alsodecrease except for non-labor household group in the urban area. Human capital investmentfor education gives more benefit to household in rural area than those in urban area, especiallyfor farm-laborer and agriculture entrepreneur household groups in the rural area, whileinvestment for health gives more benefit to non-agricultural high income household group in urban area.
Key words: Computable General Equilibrium model, Foster-Greer-Thorbecke, Human Capital Investment, Economic Growth, Poverty
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak investasi sumberdaya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan in Indonesia. Analisis menggunakan kombinasi model Komputasi Keseimbangan umum dan metode Foster-Greer-Thorbecke. Investasi sumberdaya manusia diwakili oleh pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa investasi sumberdaya manusia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan rumahtangga. Indeks rasio kemiskinan, indeks kesenjangan dan indeks intensitas kemiskinan juga menurun, kecuali untuk rumahtangga bukan angkatan kerja di kota. Investasi sumberdaya manusia untuk pendidikan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga perdesaan dibandingkan dengan rumahtangga perkotaan, terutama untuk rumahtangga buruh pertanian dan pengusaha pertanian di perdesaan, sedangkan investasi kesehatan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga bukan pertanian golongan atas di kota.
Kata Kunci: Model Komputasi Keseimbangan Umum, Foster-Greer-Thorbecke, Investasi Sumberdaya Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan.
Download
Home » All posts
Skripsi SDM - Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan
Kata kunci : Faktor, Motivasi Kerja, Karyawan
Motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal
maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengarui motivasi kerja karyawan adalah kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan kerja. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan.
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan
D.I.Y Bagian Sumber Daya Manusia & Umum Semarang. Tujuan penelitian ini mengacu
pada permasalahan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi berpengaruh terhadap
motivasi kerja karyawan. Faktor-faktor yang dijadikan objek kajian pada penelitian ini antara lain adalah tingkat kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja serta pendidikan dan latihan kerja.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu
menggambarkan kenyataan yang terjadi bersifat umum dan kemungkinan masalah yang
dihadapi dan solusinya. Data dikumpulkan dengan hasil (1).Wawancara atau interview
adalah data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informen
atau ahli yang terkait dalam penelitian ini. (2).Studi pustaka dimana pengumpulan data melalui dokumen-dokumen dan surat-surat dari perusahaan yang berhubungan dengan
penulisan Tugas Akhir.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa faktor-faktor tersebut memiliki
pengaruh terhadap pola motivasi kerja karyawan. di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah
dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang. Kesejahteraan karyawan,
penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan memiliki
pengaruh yang cukup dominan pada motivasi kerja karyawan. Tetapi semua itu tidak
bersifat mutlak, terkait dengan sifat dan karakteristik tiap individu karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang sangat heterogen.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut
memang dominan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, tetapi tidak semuanya mutlak
berlaku untuk semua karyawan, hal ini lebih karena alasan yang bersifat internal pribadi personal yang bersangkutan
+/- Download Here
Motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal
maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengarui motivasi kerja karyawan adalah kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan kerja. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan.
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan
D.I.Y Bagian Sumber Daya Manusia & Umum Semarang. Tujuan penelitian ini mengacu
pada permasalahan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi berpengaruh terhadap
motivasi kerja karyawan. Faktor-faktor yang dijadikan objek kajian pada penelitian ini antara lain adalah tingkat kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja serta pendidikan dan latihan kerja.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu
menggambarkan kenyataan yang terjadi bersifat umum dan kemungkinan masalah yang
dihadapi dan solusinya. Data dikumpulkan dengan hasil (1).Wawancara atau interview
adalah data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informen
atau ahli yang terkait dalam penelitian ini. (2).Studi pustaka dimana pengumpulan data melalui dokumen-dokumen dan surat-surat dari perusahaan yang berhubungan dengan
penulisan Tugas Akhir.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa faktor-faktor tersebut memiliki
pengaruh terhadap pola motivasi kerja karyawan. di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah
dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang. Kesejahteraan karyawan,
penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan memiliki
pengaruh yang cukup dominan pada motivasi kerja karyawan. Tetapi semua itu tidak
bersifat mutlak, terkait dengan sifat dan karakteristik tiap individu karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang sangat heterogen.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut
memang dominan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, tetapi tidak semuanya mutlak
berlaku untuk semua karyawan, hal ini lebih karena alasan yang bersifat internal pribadi personal yang bersangkutan
+/- Download Here
Home » All posts
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Produktivitas Kerja Karyawan - Skripsi
Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Produktivitas Kerja
Perkembangan dunia usaha di Indonesia saat ini mengalami pasang surut akibat krisis moneter yang terjadi di negara kita. Selain itu hendaknya disadari bahwa dimasa sekarang ini mereka berada dalam suatu persaingan yang semakin ketat dan sebuah tantangan besar yaitu era perdagangan global abad 21. Usaha yang dapat bertahan hidup hanyalah mereka yang tanggap dalam memperbaiki kualitas, efisien serta mampu mengantisipasi keinginan dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki tingkat produktivitas kerja yang tinggi agar produksi dapat tercapai sesuai dengan target. Karyawan merupakan aset yang berperan penting dalam perusahaan, dengan demikian perlu untuk diperhatikan latar belakang tingkat pendidikannya karena tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pola pikir, sikap dan tingkah lakunya dan diyakini bahwa karyawan yang berpendidikan tinggi lebih tinggi pula produktivitasnya Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul.
Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi pada Maharani
Handicraft di Kabupaten Bantul yang berjumlah 68 orang. Karena jumlah
populasi kurang dari 100 maka sampel sejumlah populasi yang ada. Ada 2
(dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) tingkat pendidikan
dan (2) produktivitas kerja. Metode pengumpulan data ini adalah angket dan
dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif
persentase dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi
produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di
Kabupaten Bantul. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien R sebesar 0,715
dan taraf signifikansi ada F hitung yaitu sebesar 0,000 (di bawah 0,05) yang
dapat diintepretasikan bahwa setiap kenaikan indeks tingkat pendidikan akan
diikuti pula oleh kenaikan produktivitas kerja secara signifikan dan sebaliknya.
Besarnya kontribusi nyata yang diberikan oleh tingkat pendidikan adalah
+/- Download Here
Perkembangan dunia usaha di Indonesia saat ini mengalami pasang surut akibat krisis moneter yang terjadi di negara kita. Selain itu hendaknya disadari bahwa dimasa sekarang ini mereka berada dalam suatu persaingan yang semakin ketat dan sebuah tantangan besar yaitu era perdagangan global abad 21. Usaha yang dapat bertahan hidup hanyalah mereka yang tanggap dalam memperbaiki kualitas, efisien serta mampu mengantisipasi keinginan dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki tingkat produktivitas kerja yang tinggi agar produksi dapat tercapai sesuai dengan target. Karyawan merupakan aset yang berperan penting dalam perusahaan, dengan demikian perlu untuk diperhatikan latar belakang tingkat pendidikannya karena tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pola pikir, sikap dan tingkah lakunya dan diyakini bahwa karyawan yang berpendidikan tinggi lebih tinggi pula produktivitasnya Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul.
Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi pada Maharani
Handicraft di Kabupaten Bantul yang berjumlah 68 orang. Karena jumlah
populasi kurang dari 100 maka sampel sejumlah populasi yang ada. Ada 2
(dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) tingkat pendidikan
dan (2) produktivitas kerja. Metode pengumpulan data ini adalah angket dan
dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif
persentase dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi
produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di
Kabupaten Bantul. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien R sebesar 0,715
dan taraf signifikansi ada F hitung yaitu sebesar 0,000 (di bawah 0,05) yang
dapat diintepretasikan bahwa setiap kenaikan indeks tingkat pendidikan akan
diikuti pula oleh kenaikan produktivitas kerja secara signifikan dan sebaliknya.
Besarnya kontribusi nyata yang diberikan oleh tingkat pendidikan adalah
+/- Download Here
http://www.ziddu.com/download/13745587/engaruhtingkatpendidikanterhadapproduktivitaskerja.pdf.html
Home » All posts
PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA
Download Skripsi Gratis : PENGARUH EARNINGS PER SHARE (EPS) DAN PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ)
Kata Kunci: EPS, Pertumbuhan Penjualan, Perubahan Harga Saham
Kata Kunci: EPS, Pertumbuhan Penjualan, Perubahan Harga Saham
Faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham antara lain: kondisi fundamental perusahaan, hukum permintaan dan penawaran, tingkat suku bunga, kurs valuta asing, dana asing di bursa, indeks harga saham, news and rumors, deviden, laba perusahaan, dan faktor lain. Dalam penelitian ini penulis hanya membatasi pada kondisi fundamental perusahaan saja. Jika dilihat dari pendekatan fundamental nilai suatu sekuritas akan sangat dipengaruhi oleh EPS dan pertumbuhan penjualan. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?, (2) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ, dan (2) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ.
Penelitian ini adalah penelitian populasi, artinya semua populasi yang ada dijadikan sebagai sampel. Populasi penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ pada tahun 2000 – 2003 yang berjumlah 19 perusahaan. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Earnings Per Share/ EPS (X1), pertumbuhan penjualan (X2), dan perubahan harga saham (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis regresi dan evaluasi ekonometrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0,326 atau 32,6%. Sedangkan uji parsial menunjukkan bahwa EPS diperoleh t hitung 2,337 dengan signifikansi 0,033, hal ini berarti variabel EPS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Pertumbuhan penjualan diperoleh t hitung 0,884 dengan signifikansi 0,390, hal ini berarti variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Tidak berpengaruhnya variabel pertumbuhan penjualan terhadap perubahan harga saham disebabkan karena laba yang diperoleh perusahaan tidak digunakan untuk pembagian deviden, melainkan digunakan untuk pengembangan usaha.
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa secara simultan EPS dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap perubahan harga
+/- Download Here http://tinyurl.com/2bsmnr9
Home » All posts
Pengaruh Faktor-Faktor Manajemen Mutu Terpadu Terhadap Proses Bisnis Internal dan Keunggulan Bersaing Industri Manufaktur yang Memperoleh Iso 9000
ABSTRAK
+/- Download Here
Tujuan studi ini adalah untuk membuktikan dan menganalisis pengaruh faktor-faktor kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, dan hubungan dengan pemasok terhadap proses bisnis internal dan keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada 110 perusahaan manufaktur di Jawa Timur yang telah memperoleh sertifikat ISO 9000. Berdasarkan hasil studi, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, a) mendukung teori yang ada tentang pengaruh positif dari kepemimpinan dan informasi terhadap proses bisnis internal, serta pengaruh positif dari keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur, dan b) memberi kontribusi pada pengembangan teori dengan adanya temuan bahwa proses bisnis internal merupakan salah satu faktor yang signifikan pengaruhnya terhadap keunggulan bersaing perusahaan manufaktur di Jawa Timur. Kedua, hasil studi menunjukkan bahwa formulasi kebijakan perusahaan manufaktur untuk meningkatkan keunggulan bersaingnya dapat dilakukan dengan meningkatkan keterlibatan karyawan, informasi, hubungan pemasok, dan proses bisnis internal. Untuk meningkatkan proses bisnis internal, maka perusahaan manufaktur perlu meningkatkan atau mengoptimalkan keterlibatan karyawan dan hubungan dengan pemasok.
Kata kunci: kepemimpinan, keterlibatan karyawan, informasi, pemasok, proses bisnis internal, keunggulan bersaing.+/- Download Here
tinyurl.com/y345yxh
Home » All posts
Hubungan Kepemimpinan, Budaya, Strategi, dan Kinerja: Pendekatan Konsep
ABSTRAK
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.
Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
+/- Download Here
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.
Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
+/- Download Here
tinyurl.com/y2rvs33
Home » All posts
Pengaruh Sistem Penilaian Kinerja dan Keterbukaan Nilai Kinerja Terhadap Motivasi Kerja
ABSTRAK
+/- Download Here
Penelitian ini didasarkan pada tinjauan teoritis dan empiris untuk menjelaskan pengaruh effektifitas penilaian kinerja, efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai kinerja terhadap motivasi kerja pekerja. Penelitian dilakukan pada pekerja bottom line di perusahaan rokok PT. ”G”dengan melakukan kuisioner dan wawancara terhadap sampel sejumlah 142 orang pekerja tetap. Hasil penelitian mengungkapkan pengaruh variabel independen; efektifitas penilaian kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu motivasi kerja pekerja. Sedang pengaruh efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi kerja pekerja. 88,02 % responden menyatakan setuju dengan sistem pengajian berdasar nilai kinerja Hasil analisa jalur mengungkap variabel efektifitas penilaian kinerja memiliki pengaruh langsung dan tak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak memiliki pengaruh langsung, namun memiliki pengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Sedang efektifitas keterbukaan nilai memiliki pengaruh langsung saja pada variabel motivasi kerja pekerja. Secara simultan model penelitian ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh sebasar 95.5 % terhadap motivasi kerja pekerja.
kata kunci: penilaian kinerja, penggajian berdasar nilai kinerja, keterbukaan nilai kinerja dan motivasi kerja pekerja.+/- Download Here
tinyurl.com/y5k3uw4
Home » All posts
Analisis Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kepuasan Kerja Terhadap Performansi Kerja Operator pada Bagian Produksi
ABSTRAK
+/- Download Here
Dalam persaingan dunia usaha yang semakin tinggi saat ini, perusahaan harus dapat mengembangkan dan mengolah berbagai sumber daya yang dimilikinya, antara lain sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah penggerak utama suatu organisasi atau perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang baik. Performansi kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada faktor karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja sebagai faktor yang berpengaruh pada performansi kerja. Jika seorang pekerja memiliki karakteristik yang sesuai dengan pekerjaannya, maka performansi dan kepuasan kerjanya akan meningkat. Dalampenelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan PT. CANDRATEX SEJATI bagian weaving, Bandung.
Perusahaan ini merupakan suatu perusahaan tekstil yang sebagian besar hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Identifikasi faktor yang digunakan adalah analisis faktor, lalu dilanjutkan dengan perhitungan analisis jalur yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel ataupun beberapa variabel terhadap variabel lainnya baik pengaruh yang sifatnya langsung atau tidak langsung. Variabel karakteristik pekerjaan sebaiknya pekerja perlu meningkatkan hubungan dengan atasannya. Variabel kepuasan kerja internal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan inisiatif yang timbul dari dalam pekerja tanpa harus menunggu perintah lagi. Variabel kerja eksternal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan imbalan dan tunjangan-tunjangan yan diberikan Variabel performansi kerja sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan tekad yang ada dalam diri pekerja agar masing-masing pekerja dapat meraih prestasinya.
Kata kunci: karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi.+/- Download Here
tinyurl.com/y5ssl75
Home » All posts
PENGARUH PENERANGAN DALAM RUANG TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA
ABSTRAK
+/- Download Here
Aktivitas menggambar bagi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, merupakan aktivitas yang membutuhkan waktu cukup lama, karena banyak mata kuliah yang disertai dengan tugas menggambar. Dalam mengerjakan tugas-tugas menggambar mahasiswa sering merasa cepat lelah dan kurang berkonsentrasi karena penerangan yang kurang memenuhi syarat. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dilakukan perbaikan dengan menambahkan penerangan lokal pada meja gambar sehingga meningkatkan intensitas cahaya dari 407,85 lux menajdi 1416 lux. Penelitian ini dilakukan pada 16 orang mahasiswa laki-laki dari jurusan desain interior dengan rancangan sama subjek. Analisis data menggunakan paired-t test Hasil penelian menunjukkan bahwa produktivitas kerja pada kelompok kontrol 0,577 ± 0,117 dan pada kelompok perlakuan diperoleh 0,941 ± 0,373. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan penerangan lokal memberikan peningkatan produktivitas kerja.
Kata kunci: penerangan, mempengaruhi, produktivitas kerja.+/- Download Here
http://www.ziddu.com/download/9507056/INT06040202.pdf.html
Home » All posts
Pendekatan Income Dan Capital Dalam Penjabaran Valuta Asing
ABSTRAK
+/- Download Here
Jika perusahaan melakukan transaksi yang dinyatakan dalam valuta asing, maka transaksi itu harus dijabarkan ke dalam mata uang sendiri dalam rangka penyajian laporan keuangan.
Tujuan penjabaran adalah untuk mempertahankan hanya satu satuan ukuran dalam pelaporan keuangan serta menentukan keuntungan atau kerugian selisih kurs. Terdapat beberapa metode penjabaran transaksi valuta asing yaitu metode temporal, metode moneter-nonmoneter, metode lancar-tidak lancar dan metode lancar. Jika terjadi perbedaan kurs antara tanggal pencatatan transaksi sampai dengan tanggal neraca, maka penerapan masing-masing metode penjabaran akan menimbulkan adanya laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir yang disebut holding gains atau losses. Laba-rugi selisih kurs yang belum terealisir harus diakui sebagai capital maintenance adjustment dan dilaporkan secara terpisah pada komponen modal.
Kata kunci: foreign currency transaction, exchange rate, income, capital maintenanceINCOME AND CAPITAL APPROACH IN FOREIGN EXCHANGE DESCRIPTION
ABSTRACTIf a company has a transaction using foreign exchange, such transaction should be described in our own currency for the sake of financial statement. The objective of this description is to maintain that there should only one parameter unit applied in the statement as well as to determine profit and loss of exchange rate. There are several methods of foreign exchange description, namely, temporal method, monetary- non monetary method, and liquid – in liquid method and liquid method. Should there be any differences in term of exchange rate between the date of recording and date of balance sheet, the application of each description method might cause the unrealized profit-loss of exchange rate which is called holding gains or losses. The profit and loss of differences in exchange rate should be admitted as capital maintenance adjustment and separately reported in capital components.
Key words: foreign currency transaction, exchange rate, income, capital maintenance+/- Download Here
http://tinyurl.com/y33j867
Home » All posts
Evaluasi Pengaruh CAMEL Terhadap Kinerja Perusahan
ABSTRAK
ABSTRACT
+/- Download Here
Keadaan perbankan Indonesia yang dikenal kuat dan tangguh sebelum terjadinya krisis moneter ternyata memiliki dasar/pondasi yang lemah. Guncangan terhadap sistem di Indonesia mengakibatkan banyak bank mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus menutup usahanya/pailit. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam lembaga perekonomian. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari jumlah uang yang beredar namun juga dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan. Kinerja perbankan Indonesia pada pertengahan 1977 mengalami depresi rupiah yang sangat tajam, banyak bank yang dilikuidasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan bank dalam melakukan usahanya untuk menjaga keseimbangan pemeliharaan likuiditas yang dengan pencapaian rentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal bank yang memadai sesuai dengan jenis penanamannya. Penilaian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dunia perbankan baik dalam sektor manajemen, pemegang saham, maupun pemerintah. Penelitian ini menggunakan alat statistik regresi.
Berdasarkan hasil penelitian pada 17 bank dengan tahun dasar 1997-2001 maka diperoleh kesimpulan bahwa: CAMEL pada tahun 1996-2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998-2001. CAMEL pada tahun 1997 tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998. CAMEL pada tahun 1999 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2000. CAMEL pada tahun 2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2001.
Kata kunci: CAMEL, ROATHE ASSESSMENT OF CAMEL EFFECT TOWARD THE PERFORMANCE OF COMPANY
ABSTRACT
Banking in Indonesia recognized as a tough and strong banking before crisis-monetary attacks was proved to have weak foundations. Shake to Indonesian system caused many banks facing difficulties in liquidity and they were forced to end their business/bankrupt. Stability in banking organizations is very important for economy. This stability is not always evaluated only on the number of circulating money but also that of existing banks functioning as a financial organization. Performance of Indonesian banking in midst 1997 faced 1997 a large rupiah depression and many of them were liquidated. Therefore, bank management in carrying out its business is needed to secure balances in liquidity maintenance with achieving an order remunerativeness and fulfillment of modal needs suitable with its investments. The assessment was performed in order to improve performance of banking in management, stockholder, and governmental sectors. This research use regretion statistic by pooled data.
According to research results in 17 banks with base years of 1997-2001, it could be concluded that CAMEL in 1997-2000 had significant influences toward ROA in 1998-2001. CAMEL in 1997 had significant influences toward ROA in 1998. CAMEL in 1999 had significant influences toward ROA in 2000. CAMEL in 2000 had significant influences toward ROA in 2001.
Key words : CAMEL, ROA+/- Download Here
http://tinyurl.com/yyfk9q7
Home » All posts
Decision Usefulness: Trade-Off Antara Reliability Dan Relevance
ABSTRACT
The purpose of this article is to search for trade-off solution between reliability and relevance. Approach that can be used to have more reliable and relevant financial statement is decision usefulness. This approach suggests that financial statement must be useful to become a base of investors’ decision making.
The change function of financial statement from just a tool of responsibility to become a tool of decision making has caused historical cost-based financial statement could not be used to predict future value of a firm. This problem could be solved by presenting full disclosure of financial statement. Discussion session shows that full disclosure results in more useful and reliable accounting information to be used in decision making process of various users.
Keywords: decision usefulness, trade-off, full disclosure, financial reporting
I. PENDAHULUAN
Sejak dipisahkannya kepemilikan pribadi (owner) menjadi kepemilikan bersama (shareholders), maka ada pemisahan pengelolaan antara pemilik dengan pengelola (management). Seiring dengan perubahan tersebut fungsi laporan keuangan sebagai alat pencatatan dan pertanggung jawaban akan menjadi alat untuk pengambilan keputusan. Konsekuensi dari perubahan tersebut adalah laporan keuangan harus memberikan nilai lebih (mampu memprediksi tingkat pengembalian modal) kepada para penggunanya (users). Hal ini sesuai dengan tujuan laporan keuangan yang ada dalam pernyataan SFAC No. 1 sebagai berikut (FASB, 1980a) sebagai berikut.
+/- Download Here
The purpose of this article is to search for trade-off solution between reliability and relevance. Approach that can be used to have more reliable and relevant financial statement is decision usefulness. This approach suggests that financial statement must be useful to become a base of investors’ decision making.
The change function of financial statement from just a tool of responsibility to become a tool of decision making has caused historical cost-based financial statement could not be used to predict future value of a firm. This problem could be solved by presenting full disclosure of financial statement. Discussion session shows that full disclosure results in more useful and reliable accounting information to be used in decision making process of various users.
Keywords: decision usefulness, trade-off, full disclosure, financial reporting
I. PENDAHULUAN
Sejak dipisahkannya kepemilikan pribadi (owner) menjadi kepemilikan bersama (shareholders), maka ada pemisahan pengelolaan antara pemilik dengan pengelola (management). Seiring dengan perubahan tersebut fungsi laporan keuangan sebagai alat pencatatan dan pertanggung jawaban akan menjadi alat untuk pengambilan keputusan. Konsekuensi dari perubahan tersebut adalah laporan keuangan harus memberikan nilai lebih (mampu memprediksi tingkat pengembalian modal) kepada para penggunanya (users). Hal ini sesuai dengan tujuan laporan keuangan yang ada dalam pernyataan SFAC No. 1 sebagai berikut (FASB, 1980a) sebagai berikut.
+/- Download Here
http://www.ziddu.com/download/9452692/ionUsefulnesstradeoffantarareliabilitydanrelevance.pdf.html
Home » All posts
PENCEGAHAN DAN PENDETEKSIAN KECURANGAN OLEH INTERNAL AUDITOR
I. Pendahuluan
Internal auditing adalah suatu penilaian, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan yang terlatih mengenai ketelitian, dapat dipercayainya, efisiensi, dan kegunaan catatan-catatan (akutansi) perusahaan, serta pengendalian intern yang terdapat dalam perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu pimpinan perusahaan (manajemen) dalam melaksanakan tanggungjawabnya dengan memberikan analisa, penilaian, saran, dan komentar mengenai kegiatan yang di audit.
Untuk mencapai tujuan tersebut, internal auditor melakukan kegiatan–kegiatan berikut:- Menelaah dan menilai kebaikan, memadai tidaknya dan penerapansistem pengendalian manajemen, struktur pengendalian intern, dan pengendalian operasional lainnya serta mengembangkan pengendalian yang efektif dengan biaya yang tidak terlalu mahal,
- Memastikan ketaatan terhadap kebijakan, rencana dan prosedurprosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen
- Memastikan seberapa jauh harta perusahaan dipertanggungjawabkan dan dilindungi dari kemungkinan terjadinya segala bentuk pencurian, kecurangan dan penyalahgunaan
- Memastikan bahwa pengelolaan data yang dikembangkan dalam organisasi dapat dipercaya
- Menilai mutu pekerjaan setiap bagian dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh manajemen
- Menyarankan perbaikan-perbaikan operasional dalam rangka meningkatkan efisensi dan efektifitas
Home » All posts
Keunggulan Komparatif-Kompetitif dan Strategi Kemitraan
ABSTRAK
Perubahan lingkungan strategis berupa globalisasi ekonomi, otonomi daerah, perubahan
preferensi konsumen dan kelestarian lingkungan, menuntut adanya perubahan serta penyesuaian beroperasinya kelembagaan pertanian. Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji status keunggulan komparatif dan kompetitif beberapa komoditas pertanian, kinerja kemitraan usaha pertanian, dan revitalisasi kelembagaan pertanian guna mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui strategi kemitraan usaha. Status keunggulan komparatif dan kompetitif menunjukkan meskipun sebagian besar komoditas pertanian hingga saat ini tetap memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, namun keunggulan yang dimiliki semakin rendah dan rentan terhadap perubahan eksternal, dengan nilai koefisien DRCR dan PCR mendekati angka 1 (satu). Sampai sejauh
ini belum terbangun kelembagaan kemitraan yang saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, serta sifat kemitraan yang tidak berkelanjutan. Kelemahan mendasar yang ada antara lain adalah rendahnya komitmen antara pihak-pihak yang bermitra, bargaining positition yang tidak seimbang, serta kurang transparansinya dalam penetapan harga dan pembagian nilai tambah atau keuntungan. Kelembagaan Kemitraan Usaha Agribisnis Terpadu dilakukan dengan melakukan konsolidasi kelembagaan di tingkat petani dari kelompok tani mandiri ke arah kelembagaan formal berbadan hukum (koperasi atau assosiasi) dan revitalisasi kelembagaan penyuluhan ke arah Pusat Pelayanan dan Konsultasi Agribisnis, yang salah satu fungsinya adalah sebagai mediator dan fasilitator terbangunnya kelembagaan kemitraan usaha terpadu. Dengan strategi kemitraan usaha terpadu diharapkan dapat mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif baik di pasar lokal, regional maupun ekspor.
Kata kunci : Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif, dan Kemitraan Usaha
+/- Download Here
Perubahan lingkungan strategis berupa globalisasi ekonomi, otonomi daerah, perubahan
preferensi konsumen dan kelestarian lingkungan, menuntut adanya perubahan serta penyesuaian beroperasinya kelembagaan pertanian. Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji status keunggulan komparatif dan kompetitif beberapa komoditas pertanian, kinerja kemitraan usaha pertanian, dan revitalisasi kelembagaan pertanian guna mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui strategi kemitraan usaha. Status keunggulan komparatif dan kompetitif menunjukkan meskipun sebagian besar komoditas pertanian hingga saat ini tetap memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, namun keunggulan yang dimiliki semakin rendah dan rentan terhadap perubahan eksternal, dengan nilai koefisien DRCR dan PCR mendekati angka 1 (satu). Sampai sejauh
ini belum terbangun kelembagaan kemitraan yang saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, serta sifat kemitraan yang tidak berkelanjutan. Kelemahan mendasar yang ada antara lain adalah rendahnya komitmen antara pihak-pihak yang bermitra, bargaining positition yang tidak seimbang, serta kurang transparansinya dalam penetapan harga dan pembagian nilai tambah atau keuntungan. Kelembagaan Kemitraan Usaha Agribisnis Terpadu dilakukan dengan melakukan konsolidasi kelembagaan di tingkat petani dari kelompok tani mandiri ke arah kelembagaan formal berbadan hukum (koperasi atau assosiasi) dan revitalisasi kelembagaan penyuluhan ke arah Pusat Pelayanan dan Konsultasi Agribisnis, yang salah satu fungsinya adalah sebagai mediator dan fasilitator terbangunnya kelembagaan kemitraan usaha terpadu. Dengan strategi kemitraan usaha terpadu diharapkan dapat mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif baik di pasar lokal, regional maupun ekspor.
Kata kunci : Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif, dan Kemitraan Usaha
+/- Download Here
tinyurl.com/y8tfnf2
Home » All posts
Strategi PT.Nanda Bangun Nusa Untuk Mempertahankan Posisinya Sebagai Market Leader Dalam Agribisnis Pertamanan Pada Hotel Berbintang Lima Di Bali
ABSTRACT
PT. Nanda Bangun Nusa is a success company in landscaping agribusiness, its indicated
by increasing of selling and profit of the company continually in the year, and getting the biggest market share until the company able to get position as Market Leader in landscaping agribusiness, especially in five stars hotel in Bali.
This research has aim to analysis marketing strategy of PT.Nanda Bangun Nusa to sustaining market leader position in landscaping agribusiness of five stars hotel in Bali.
This research use integrated analysis such as: a. Factor Internal External Matrix, b.
Profile Competitive Matrix and Mapping, c. BCG Matrix, d. Internal External Matrix (IE Matrix), e. Space and Vector Line Matrices, f. Marketing Mix-SWOT Combination Matrix, and g. SWOT Matrix. The result of research shows that the company able to apply differentiation focus strategy to ward off the treatment, impressing of competitor and the other factor external that is difficult to overcome, to sustain the highest market share and market leader position in industry landscaping of five stars hotel in Bali. This company is able to apply strong price strategy and product superiority, which is always guarded and supported by strong distribution strategy. However, the weak promotion strategy needs to straighten to sustain the highest market share and market leader position. To anticipate the condition of dynamic market, the company able to use sustainable competitive advantages, such as special characteristic of design traditional Balinese and product qualities, competitive price and distribution, experience of company in selling and good reputation in service to the customer,
as well as high market share to sustain its position as market leader in landscaping
agribusiness of five stars hotel in Bali.
Keywords: Marketing Strategy, Market Leader, Landscaping Agribusiness, Differentiation
Focus, and Competitive Advantages
+/- Download Here
PT. Nanda Bangun Nusa is a success company in landscaping agribusiness, its indicated
by increasing of selling and profit of the company continually in the year, and getting the biggest market share until the company able to get position as Market Leader in landscaping agribusiness, especially in five stars hotel in Bali.
This research has aim to analysis marketing strategy of PT.Nanda Bangun Nusa to sustaining market leader position in landscaping agribusiness of five stars hotel in Bali.
This research use integrated analysis such as: a. Factor Internal External Matrix, b.
Profile Competitive Matrix and Mapping, c. BCG Matrix, d. Internal External Matrix (IE Matrix), e. Space and Vector Line Matrices, f. Marketing Mix-SWOT Combination Matrix, and g. SWOT Matrix. The result of research shows that the company able to apply differentiation focus strategy to ward off the treatment, impressing of competitor and the other factor external that is difficult to overcome, to sustain the highest market share and market leader position in industry landscaping of five stars hotel in Bali. This company is able to apply strong price strategy and product superiority, which is always guarded and supported by strong distribution strategy. However, the weak promotion strategy needs to straighten to sustain the highest market share and market leader position. To anticipate the condition of dynamic market, the company able to use sustainable competitive advantages, such as special characteristic of design traditional Balinese and product qualities, competitive price and distribution, experience of company in selling and good reputation in service to the customer,
as well as high market share to sustain its position as market leader in landscaping
agribusiness of five stars hotel in Bali.
Keywords: Marketing Strategy, Market Leader, Landscaping Agribusiness, Differentiation
Focus, and Competitive Advantages
+/- Download Here
tinyurl.com/yagytnd
Home » All posts
Keinformatifan Laba Di Pasar Obligasi Dan Saham: Uji Liquidation Option Hypothesis
ABSTRACT
Previous empirical research on informativeness of earnings has focused on stockholders, and has not examined earnings informativeness for stockholders and bondholders. Stockholders are residual claimants and bondholders are fixed claimants, the informativeness of earnings should differ for these two types of investors. When firm is financially strong, earnings changes should be of limited relevance to bondholders,
but should be relevance to bondholders. In contrast, as the likelihood of financial distress increase, stockholder’s limited liability allows them to abandon the firm to bondholder and earnings change should be increasingly important to bondholders and less important to shareholders because earnings provide information on firm value. This suggest that the effect of earnings to stock return should decrease as the firm’s financial strength declines, while the effect of earnings to bond return should increase. In contrast, when firm’s financial condition is strong, the effect of earnings to stock return is higher than the effect of earnings to bond return. We refer to this as the liquidation option hypothesis.
The objective of this study is to examine liquidation option hypothesis. We use bond rating as financial condition’s measurement. Consistent with our hypotheses, we find that the effect of unexpected earnings to stock return is significant when firm is financially strong but the effect of unexpected earnings to bond return is not significant. When financial distress increase, the effect of unexpected earnings to stock return is not significant but the effect of unexpected earnings to bond return is significant
Key words : earnings, liquidation option hypothesis, bond returns, stock returns, informativeness of earnings
+/- Download Here
Previous empirical research on informativeness of earnings has focused on stockholders, and has not examined earnings informativeness for stockholders and bondholders. Stockholders are residual claimants and bondholders are fixed claimants, the informativeness of earnings should differ for these two types of investors. When firm is financially strong, earnings changes should be of limited relevance to bondholders,
but should be relevance to bondholders. In contrast, as the likelihood of financial distress increase, stockholder’s limited liability allows them to abandon the firm to bondholder and earnings change should be increasingly important to bondholders and less important to shareholders because earnings provide information on firm value. This suggest that the effect of earnings to stock return should decrease as the firm’s financial strength declines, while the effect of earnings to bond return should increase. In contrast, when firm’s financial condition is strong, the effect of earnings to stock return is higher than the effect of earnings to bond return. We refer to this as the liquidation option hypothesis.
The objective of this study is to examine liquidation option hypothesis. We use bond rating as financial condition’s measurement. Consistent with our hypotheses, we find that the effect of unexpected earnings to stock return is significant when firm is financially strong but the effect of unexpected earnings to bond return is not significant. When financial distress increase, the effect of unexpected earnings to stock return is not significant but the effect of unexpected earnings to bond return is significant
Key words : earnings, liquidation option hypothesis, bond returns, stock returns, informativeness of earnings
+/- Download Here
tinyurl.com/ylp5432
Home » All posts
Dampak Pertumbuhan Ekonomi Nasional Terhadap Pembentukan Gas Rumah Kaca Dan Penurunan Kapasitas Sektor Ekonomi Di Indonesia: Pendekatan Analisis Input
ABSTRACT
Keywords: Impact, Economic Growth, Greenhouse Gases, Capacity,Decline, Economical Sectors.
+/- Download Here
It has been proven that national economic growth which is originally expected to improve people welfare, to balance the gaps of income, to alleviate poverty and to keep the environmental stability could not accomplish the goal of economic development. The objectives of this research are: (1) to analyze the impact of national economic growth on greenhouse gases formation, especially on emission of carbon, sulphur and nitrogen, (2) to analyze the impact of greenhouse gases emission which is formed by economic activities as consequences of national economic growth on the capacity of economic sectors, especially in declining capacity on output, income, value added and employment. To prove those main objectives, the national Input-Output analysis is used in this research. The data used in this research are input-output transaction matrix year 1980, 1985, 1990, 1995 and 2000 which is published by Statistical Center Agency (BPS). Input-Output data analysis showed that with 4.24% of economic growth scenario formed carbon, sulphur, and nitrogen each equal to 3,276.6 kilo ton, 44.2 kilo ton, and 79.9 kilo ton respectively. By internalizing the price of carbon Rp 190,000 per mt, they would decline the capacity of economic sectors, such as Rp 1.4 triliun of output, Rp 187.9 biliun of income, Rp 657.2 biliun of value added and 33.728 persons of employment respectively. In conclusion, economic growth has caused the greenhouse gaseous formation, and has implication on cost of externalities on environment.
Furthermore, the policies to compensate the recovery of environmental degradation are needed through some instruments of policies, such as command-and-control, and basedmarket-
policies in Indonesia.Keywords: Impact, Economic Growth, Greenhouse Gases, Capacity,Decline, Economical Sectors.
+/- Download Here
tinyurl.com/yk5wxy6
Home » All posts
Dampak Investasi Sumberdaya Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan Di Indonesia: Pendekatan Model Computable General Equilibrium
ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak investasi sumberdaya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan in Indonesia. Analisis menggunakan kombinasi model Komputasi Keseimbangan umum dan metode Foster-Greer-Thorbecke. Investasi sumberdaya manusia diwakili oleh pengeluaran pemerintah untuk pendidikan dan kesehatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa investasi sumberdaya manusia mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan rumahtangga. Indeks rasio kemiskinan, indeks kesenjangan dan indeks intensitas kemiskinan juga menurun, kecuali untuk rumahtangga bukan angkatan kerja di kota. Investasi sumberdaya manusia untuk pendidikan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga perdesaan dibandingkan dengan rumahtangga perkotaan, terutama untuk rumahtangga buruh pertanian dan pengusaha pertanian di perdesaan, sedangkan investasi kesehatan memberi manfaat lebih besar bagi rumahtangga bukan pertanian golongan atas di kota.
Kata Kunci: Model Komputasi Keseimbangan Umum, Foster-Greer-Thorbecke, Investasi Sumberdaya Manusia, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan
+/- Download Here tinyurl.com/y9ckofg
LINK Download